Skip to main content
Syiar Lewat Retorika: Mahasiswa STAI Baitul Arqom Al-Islami Ciparay Bandung Tembus 10 Besar Favorit Dai Nasional Kang Muhtar 2025 - STAI Baitul Arqom AL- Islami
(022) 85962223 info@staibaitularqom.ac.id
Umum

Syiar Lewat Retorika: Mahasiswa STAI Baitul Arqom Al-Islami Ciparay Bandung Tembus 10 Besar Favorit Dai Nasional Kang Muhtar 2025

Syiar Lewat Retorika: Mahasiswa STAI Baitul Arqom Al-Islami Ciparay Bandung Tembus 10 Besar Favorit Dai Nasional Kang Muhtar 2025

Integrasi Iman dan Retorika: Menekankan bahwa retorika harus menjadi wasilah (perantara) untuk menyebarkan kebaikan, bukan untuk memecah belah.

Bandung,12 Agustus 2025 – Kabar membanggakan datang dari panggung dakwah nasional. Salah satu putri terbaik Program Studi Pendidikan Agama Islam , Naila Nabilatussalam, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan terpilih sebagai 10 Besar Favorit dalam ajang bergengsi Lomba Dai Nasional Kang Muhtar (LDKM) 2025.

Ajang yang digagas oleh dai kondang Kang Muhtar ini diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai penjuru Indonesia. Kompetisi ini dikenal ketat karena tidak hanya menilai kemampuan retorika, tetapi juga kedalaman pemahaman agama serta kemampuan peserta dalam mengaitkan nilai-nilai religius dengan isu kontemporer.

Dalam babak penyisihan hingga final, Naila nabilatussalam membawakan tema kajian bertajuk "Dai Berprestasi,Berkarya untuk Potensi Diri". Kajian ini menyoroti bagaimana mahasiswa harus menjadi filter informasi di tengah gempuran hoaks dengan tetap memegang teguh adab islami.

Keberhasilan menembus kategori 10 Besar Favorit bukanlah perkara mudah. Predikat "Favorit" ini ditentukan berdasarkan penilaian juri serta besarnya dukungan masyarakat terhadap video dakwah yang diunggah di platform resmi kompetisi.

Dukungan mengalir deras, tidak hanya dari civitas akademika STAI Baitul Arqom Al Islami Ciparay Bandung, tetapi juga dari masyarakat umum yang merasa terinspirasi oleh gaya penyampaiannya yang santun, cerdas, dan relevan dengan generasi Gen-Z.

Ketua STAI Baitul Arqom Al-Islami Ciparay Bandung, KH. Ibnu Athoillah Yusuf Al-Hafidz, S.H., M.M. , menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya. "Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa kita memiliki keseimbangan antara hardskill akademik dan softskill spiritual. Ini adalah cerminan profil lulusan yang kita dambakan."

Melalui prestasi ini, Naila Nabilatussalam berharap dapat memotivasi rekan-rekan sejawatnya untuk terus berani menyuarakan kebaikan.

"Dakwah itu luas. Jika kita belum bisa menjadi ulama besar, setidaknya jadilah lilin kecil yang memberi terang melalui konten-konten positif di media sosial kita," pungkasnya.