STAI Baitul Arqom

Sejarah Berdiri

Sekolah Tinggi Agama Islam ( STAI ) Baitul Arqom Al-Islami yang berkedudukan di Lemburawi, ciparay, Kabupaten Bandung ini bisa di katakana sebagai pelopor atas pendirian perguruan–perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Bandung. Sebelum menjadi STAI, pada awalnya berdiri pada tahun 1986 perguruan ini bernama sekolah tinggi ilmu syari’ah ( STIS ). Pada tahun 1989 berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah ( STIT ) dan di kuatkan dengan Surat Keputusan Menteri Agama RI tahun 1991.

Sesuai peraturan yang berlaku pada tahun 1994, nama STIT berubah lagi menjadi STAI. Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor  : 461 tahun 1996 tanggal 30  September tahun 1996 tentang perubahan nama dan penetapan kembali Status Terdaftar Program Strata Satu ( S1 ) Jurusan Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah ( STIT ) Baitul Arqom Al-Islami Ciparay Bandung menjadi Jurusan Pendidikan Agama Islam  ( Tarbiyah ) Sekolah Tinggi Agama Islam ( STAI ) Baitul Arqom Al-Islami Ciparay Bandung serta Pemberian Status Terdaftar Strata Satu ( S1 ) Jurusan Ahwal Al-Syakhsyiyyah ( Syari’ah ) Sekolah Tinggi Agama Islam ( STAI ) Baitul Arqom Al-Islami Ciparay Bandung.

Jadi awalnya STAI Baitul Arqom memiliki dua program studi yang sudah mendapat status dari pemerintah yaitu Tarbiyah dengan konsentrasi Pendidikan Agama Islam ( PAI ) dan Ahwal Al-Syakhsyiyyah ( Syari’ah ). Namun demikian syari’ah kurang mendapat perhatiaan dari para calon mahasiswa jadi animo peminatnya kurang. Hingga sekarang yang beroprasi adalah Prodi Pendidikan Agama Islam ( PAI ).

Sekolah Tinggi Agama Islam ( STAI ) Baitul Arqom Kabupaten Bandung sebagai pengurus tinggi di lingkungan Kementrian Agama yang didirikan dan kembangkan oleh masyarakat, sejak didirikan dan perkembangannya merupakan hasil perjuangan yang sudah lama dirintis oleh para tokoh umat islam. Dengan digulirkannya kebijakan pemerintah dalam mengembangkan Pendidikan Tinggi Islam Swasta ( PTAIS ), menjadi peluang bagi didirikannya didirikan STAI Baitul Arqom Kabupaten Bandung  yang  mulai di rintis sejak tahun 1986, oleh panitia pendirian STAI dan direkomendasikan oleh Ketua Yayasan.

Selanjutnya setelah melalui proses cukup panjang dengan berbagai usaha dari para penggagas, maka terbitlah Surat Keputusan Status Terdaftar Bagi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah ( STIT ) Baitul Arqom tahun 1991. Dan terakhir sebagai pegangan dalam oprasional pendidikan, STAI Baitul Arqom berpedoman pada Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama Republic Indonesai Nomor: Dj.I/435/2010 tanggal 12 juli 2010. Kemudian diikuti oleh pengakuan dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi ( BAN-PT ), STAI Baitul Arqom sudah terakreditasi berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT Nomor:  036/BAN-PT/AK-XIII/S1/I/2011 Tanggal 7 januari 2011.

Sekolah Tinggi Agama Islam ( STAI ) Baitul Arqom Kabupaten Bandung sebagai pengurus tinggi di lingkungan Kementrian Agama yang didirikan dan kembangkan oleh masyarakat, sejak didirikan dan perkembangannya merupakan hasil perjuangan yang sudah lama dirintis oleh para tokoh umat islam. Dengan digulirkannya kebijakan pemerintah dalam mengembangkan Pendidikan Tinggi Islam Swasta ( PTAIS ), menjadi peluang bagi didirikannya didirikan STAI Baitul Arqom Kabupaten Bandung  yang  mulai di rintis sejak tahun 1986, oleh panitia pendirian STAII dan direkomendasikan oleh Ketua Yayasan.

Selanjutnya setelah melalui proses cukup panjang dengan berbagai usaha dari para penggagas, maka terbitlah Surat Keputusan Status Terdaftar Bagi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah ( STIT ) Baitul Arqom tahun 1991. Dan terakhir sebagai pegangan dalam oprasional pendidikan, STAI Baitul Arqom berpedoman pada Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama Republic Indonesai Nomor: Dj.I/435/2010 tanggal 12 juli 2010. Kemudian diikuti oleh pengakuan dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi ( BAN-PT ), STAI Baitul Arqom sudah terakreditasi berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT Nomor:  036/BAN-PT/AK-XIII/S1/I/2011 Tanggal 7 januari 2011.

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Baitul Arqom Al-Islami pada mulanya bernama Sekolah Tinggi Il;mu Syari’ah (STIS) yang didirikan pada tanggal 22 Juni 1986 oleh Yayasan Ma’had Baitul Arqom Al-Islami.

Nama-nama pendirinya antara lain:

  1. KH. Ali Imron Faqih (Ketua Yayasan)
  2. Al;m. KH. Yusuf Salim Faqih (Ketua Lembaga Bahasa Arab dan Inggris)
  3. KH. Abdullah Musthofa (Bendahara Yayasan)
  4. KH. Haidar Hidayatulloh (Pengurus Nahdhotul Ulama Kab. Bandung)
  5. H. Ruchiyat Noor (Anggota DPRD Fraksi PPP Kab. Bandung)
  6. Lukman Hakim (alumnus IAIN SGD Bandung)
  7. Oop Farouk (alumnus U N P A D Bandung)
  8. A. Hasani Mahmud (alumnus IAIN SGD Bandung)
  9. Ridwan Sofwan (alumnus IAIN Sunan Kalijaga Jogyakarta)
  10. Tatang Sutisna (alumnus IKIP Bandung)

Susunan pimpinan STIS pada saat itu

Ketua                           : Drs. H. Ruchiyat Noor

Pembantu Ketua I         : Drs. Lukman Hakim

Pembantu Ketua II        : Drs. Ridwan Sofwan

Pembantu Ketua III       : Drs. Tatang Sutisna

Satu tahun kemudian tepatnya tanggal 22 Juni 1987 Yayasan Ma’had Baitul Arqom mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) dengan susunan pimpinan sebagai berikut:

Ketua                           : KH. Ali Imron Faqih

Pembantu Ketua I         : Drs. Lukman Hakim

Pembantu Ketua II        : KH. Abdullah Musthofa

Pembantu Ketua III       : Drs. Zainal Abidin Fiqri

Pada saat itu juga Yayasan mengajukkan proposal izin penyelenggaraan kedua program studi tersebut kepada Menteri Agama,  namun yang diterima dan memenuhi persyaratan adalah Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT). Dengan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 239 tanggal 26 September 1991.

Pada tahun 1993 terjadi perubahan struktur pimpinan sehubungan terbitnya keputusan menteri agama yang menyatakan ketua yayasan tidak boleh rangkap jabatan dengan ketua sekolah tinggi. Maka susunan pimpinan berunah menjadi

Ketua                           : KC. Madani Sulaeman Faqih

Pembantu Ketua I         : Drs. Asep Mulyana Ismail

Pembanrtu Ketua II       : Drs. A. Hasani Mahmud

Pemnantu Ketua III       : KH. Yusuf Salim Faqih, Lc

Tahun 1995 melakukan usulan perpanjangan izin penyelenggaraan lagi, karena SK Izin Penyelengaraan lama sudah hampir habis masa berlakunya dan sekali gus mengusulkan penambahan program studi yaitu Ahwal  Al-Syakhsiyyah kepada menteri agama. Maka pada tahun 1996 keluar lagi Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 461 Tahun 1996 Tanggal 30 September 1996 Tentang PERUBAHAN NAMA DAN PENETAPAN KEMBALI STATUS TERDAFTAR PROGRAM STRATA SATU (S.1) JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH (STIT) BAITUL ARQOM AL-ISLAMI CIPARAY BANDUNG MENJADI JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (TARBIYAH) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) BAITUL ARQOM AL-ISLAMI CIPARAY BANDUNG DAN PEMBERIAN STATUS TERDAFTAR PROGRAM STRATA SATU (S.1) JURUSAN AHWAL AL-SYAKHSIYYAH (SYARI’AH) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) BAITUL ARQOM AL-ISLAMI CIPARAY BANDUNG.

Menjelang tahun 1996 terjadi lagi perubahan struktur kepemimpinan sehubungan wafatnya Ketua STIT Baitul Arqom  KC. Madani Suleman Faqih, dan digantikan oleh KH. Yusuf Salim Faqih sekaligus menyesuaikan dengan perubahan nama dari STIT menjadi STAI.

Dengan demikian, STAI Baitul Arqom memiliki dua jurusan  yaitu

– Jurusan Akhwal Al-Syakhsiyyah (syari’ah)

– Jurusan Pendidikan Agama Islam (Tarbiyah)

Namun demikian, yang berkembang hingga sekarang adalah Jurusan Pendidikan Agama Islam. Mahasiswa Jurusan Akhwal Al-Syakhsiyyah diintegrasiakan ke Jurusan Pendidikan Agama Islam karena dari waktu ke waktu animonya atau peminat Akhwal Al-Syakhsiyyah  kurang.

Susunan pimpinan STAI Baitul Arqom Al-Islami tahun 1996 adalah sebagi berikut:

Ketua                           : KH.  Yusuf Salim Faqih, Lc

Pembantu Ketua I         : Drs. Oop Farouk

Pembantu Ketua II        : Drs. A. Hasani Mahmud

Pembantu Ketua III       : KH. Abdul Aziz Muslim, MA

Kepemimpinan KH. Yusuf Salim berlanjut dua periode dan berakhir tahun 2007.

Tahun 2008 terjadi lagi perubahan struktur kepemimpinan sehubungan dengan wafatnya Ketua STAI, KH. Yusuf Salim dan digantikan oleh Drs. Oop Farouk, M.M

Susunan kepemimpinannya sebagai berikut:

Ketua                           : Drs. Oop Farouk, M.M

Pembantu Ketua I         : Opik Taufik Rahman, M.Ag

Pembantu Ketua II        : Drs. H. Aceng Tata, M.M

Pembanmtu Ketua III    : Drs. H. Tabroni, M.Pd

Ketua Program Studi    : Drs. H. Khoerudin Ali, M.Pd.I

Sekretaris Prodi            : Drs. Usep Bahrudin, M.M.Pd

Masa kepemimpinan ini berjalan selama dua tahun hingga tahun 2010.

Selanjutnya sejak tahun 2010 sampai sekarang  kepemimpinan STAI Baitul Arqom dipegang oleh KH. Drs. Ridwan Sofwan.

Susunan kepemimpinan STAI Baitul Arqom periode 2010 sampai sekarang:

Ketua                           : Drs. KH. Ridwan Sofwan

Pembantu Ketua I         : Drs. Oop Farouk, M.M

Pembantu Ketua II        : Drs. H. Tabroni, M.Pd

Pembantu Ketua III       : Drs. H. Aceng Tata, M.M

Ketua Program Studi    : Opik Taufik Rahman, M.Ag

Sekretaris Prodi            : Asep Lukman Hamid, M.Ag

.

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Baitul Arqom al-Islami Lemburwai, Ciparay, Kabupaten Bandung sebagai perguruan tinggi di lingkungan institusi kementerian agama didirikan dan dikembangkan oleh masysrakat.  Sejak didirikam sampai perkembangannya merupakan hasil perjuangan yang sudah lama dirintis oleh para tokoh umat Islam khususnya para tokoh yang ada di Kab. Bandung. Berkat bantuan dari berbagai pihak terutama dukungan dari pemerintah daerah serta bantuan dari pihak kopertais wilayah II Jawa Barat, maka pada tahun 1986 berdirilah sebuah perguruan tinggi agama Islam swasta.

Selanjutnya melalui proses yang cukup panjang dengan berbagai usaha dari para pengagas, maka pada tahu 1991 terbitlah Surat Keputusan Menteri Agama tentang Status Terdaftar bagi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Baitul Arqom Al-Islami yaitu Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 239 tahun 1991 tanggal 26 September 1991.

Sebagai pegangan dalam melaksanakan operasional pendidikan, STAI Baitul Arqom berpedoman pada Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor: Dj.I/435/2010 tanggal 12 Juli 2010

Pada tahun 2016 terjadi perubahan struktur pimpinan,

Ketua                           : Drs. KH. Ridwan Sofwan

Pembantu Ketua I         : Drs. H. Tabroni, M.Pd

Pembantu Ketua II        : H. Nuryamin, M.Ag

Pembantu Ketua III       : Hari Yuniardy M.Ag

Ketua Program Studi    : Asep Lukman Hamid, M.Ag

Sekretaris Prodi            : Imam Tobtroni

Kemudian pada tahun 2018 terjadi lagi perubahan menjadi

Ketua                           : Drs. KH. Ridwan Sofwan

Pembantu Ketua I         : Drs. H. Tabroni, M.Pd

Pembantu Ketua II        : H. Nuryamin, M.Ag

Pembantu Ketua III       : Hari Yuniardy M.Ag

Ketua Program Studi    : Asep Lukman Hamid, M.Ag

Sekretaris Prodi            : Imam Tobtroni